Serangan Berlanjut, Warga Palestina di Tepi Barat Semakin Banyak Terpaksa Mengungsi

Jakarta, IDM – Serangan Israel di Tepi Barat yang diduduki terus memaksa warga Palestina untuk mengungsi. Bahkan, otoritas Israel mempersenjatai, mendanai, dan memberikan impunitas kepada para pemukim pelaku kekerasan tersebut.
Berdasarkan laporan Human Rights Watch, dikutip pada Minggu (30/8), kekerasan oleh pemukim Israel melonjak pada Maret dan April 2026, yang mencakup pembunuhan termasuk terhadap anak-anak dan perusakan properti hingga pencurian.
Serangan itu terjadi di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, tetapi peningkatan sudah terlihat jelas sejak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menjabat pada Desember 2022.
Baca Juga: Iran Serang Fasilitas Intelijen AS, Kerusakan Capai Miliaran Dolar
"Pemerintah Israel dan para pemukim memiliki tujuan yang sama, yaitu menguasai lahan seluas-luasnya dan meminimalkan keberadaan warga Palestina; pihak berwenang tidak hanya gagal menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim, tetapi justru secara aktif memfasilitasinya," ujar Sarah Sanbar, pakar dan peneliti isu Israel dan Palestina di HRW.
"Para pemukim menembak, menyerang, dan mengusir warga Palestina dari tanah mereka, sementara negara menyediakan senjata, perlindungan hukum, dan anggaran untuk melakukan tindakan tersebut," sambungnya.
Pada April dan Mei, HRW menyelidiki serangan oleh pemukim di tujuh komunitas Palestina di Tepi Barat. Para pemukim bersenjata menyerang penduduk maupun properti milik warga Palestina. Mereka terkadang bertindak bersama tentara Israel atau saat tentara hanya berdiam diri tanpa melakukan intervensi.
Baca Juga: Konflik tak Kunjung Reda, 330.000 Orang Masih Mengungsi di Lebanon
Mereka yang diwawancarai HRW juga melaporkan adanya serangan terorganisir yang menyasar mata pencaharian dan ketahanan pangan warga Palestina dengan memblokir akses ke lahan dan sumber air, mencuri atau membunuh ternak, serta merusak atau membakar lahan pertanian. Akibatnya, banyak warga terpaksa menjual ternak mereka dengan merugi atau harus menanggung biaya pakan untuk memberi makan ternak di rumah.
HRW menuturkan, serangan Israel semakin sering menyasar wilayah Tepi Barat yang berada di bawah kendali keamanan bersama Israel dan Otoritas Palestina, yang dikenal sebagai "Area B" berdasarkan Perjanjian Oslo II tahun 1995.
Serangan-serangan itu, diperparah dengan kurangnya perlindungan dari negara, telah menciptakan situasi penuh tekanan yang membuat banyak warga Palestina merasa tidak punya pilihan selain meninggalkan rumah mereka.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































