Konflik tak Kunjung Reda, 330.000 Orang Masih Mengungsi di Lebanon

Jakarta, IDM – Juru Bicara PBB Stephane Dujarric memperingatkan bahwa sekitar 330.000 orang masih mengungsi di Lebanon, di tengah serangan Israel yang terus berlanjut.
Melansir Anadolu, Sabtu (29/8), ia mengatakan bahwa sekitar 820.000 orang telah kembali bermukim selama beberapa bulan terakhir, termasuk hampir 90% dari mereka yang sebelumnya mengungsi dari wilayah bagian selatan.
Baca Juga: Sepakati Jalur Sementara Hormuz, Presiden Iran Peringatkan AS Patuhi MoU
"Namun, sekitar 330.000 orang masih mengungsi di berbagai wilayah Lebanon," ujarnya, seraya menambahkan bahwa akses kemanusiaan tetap menjadi tantangan besar, khususnya di wilayah sebelah selatan Sungai Litani.
"Kendala akses menghambat tim kemanusiaan untuk menjangkau sejumlah komunitas serta menunda kegiatan penilaian, pemantauan pemulihan layanan dasar, dan penyaluran bantuan pangan," sambungnya.
Ia menegaskan bahwa akses tanpa hambatan kepada mereka yang membutuhkan sangat penting, seiring kembalinya warga ke wilayah yang terdampak tersebut.
Baca Juga: Iran Serang Fasilitas Intelijen AS, Kerusakan Capai Miliaran Dolar
Israel terus melakukan operasi militer di Lebanon sejak 2 Maret lalu walaupun kedua pihak mencapai kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi oleh AS, yang mengatur penarikan bertahap Pasukan Bersenjata Israel (IDF) dari Lebanon.
Berdasarkan kesepakatan itu, tentara Lebanon akan dikerahkan ke wilayah-wilayah yang ditinggal IDF dan pelucutan senjata militan termasuk Hizbullah.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































