PARLEMEN

Seleksi Pimpinan TNI Tak Perlu Senioritas, DPR: Kemampuan Harus Jadi Utama

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh.
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh. (Foto: DPR RI)

Jakarta, IDM - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa proses seleksi pemimpin di lingkungan TNI tidak semata-mata bergantung pada senioritas, melainkan harus lebih mengedepankan kompetensi dan kemampuan.

Menurut Oleh Soleh, pandangan Presiden Prabowo tersebut sejalan dengan kebutuhan TNI untuk beradaptasi terhadap perkembangan zaman dan tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

“Saya sependapat dengan Presiden Prabowo. Dalam proses seleksi pimpinan TNI, kemampuan dan kompetensi harus menjadi faktor utama. Namun jika ada perwira yang senior dan memiliki kemampuan unggul, tentu patut didahulukan,” ujar Oleh Soleh, yang dikutip Selasa (7/10).

Baca Juga: Blokade Armada Kemanusiaan, DPR Sebut Israel Langgar Hukum Humaniter Internasional

Ia menegaskan prajurit TNI di semua matra harus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuannya, terutama dalam menghadapi tantangan pertahanan modern yang kini sangat bergantung pada kemajuan teknologi.

“Tantangan pertahanan ke depan semakin berat. Karena itu, prajurit TNI dituntut untuk terus belajar dan menguasai teknologi. Alutsista kita semakin canggih, dan itu membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif,” ucapnya.

Oleh Soleh juga berharap kebijakan rekrutmen dan promosi di tubuh TNI dapat terus mendorong meritokrasi dan pembinaan karier yang sehat, sehingga menghasilkan pemimpin militer yang berintegritas, cerdas, dan siap menjawab kebutuhan strategis bangsa.

Baca Juga: HUT ke-80, Ketua DPR RI Harap TNI Makin Modern dan Selalu Jaga Kedaulatan Negara

“TNI adalah tulang punggung pertahanan negara. Karena itu, pemimpinnya harus lahir dari proses yang objektif, transparan, dan berbasis kemampuan, bukan sekadar senioritas,” tegasnya.

Sehingga, kata Oleh Soleh, semangat pembaruan yang diusung Presiden Prabowo dalam sistem pembinaan dan seleksi kepemimpinan TNI patut didukung semua pihak, demi menjaga profesionalisme dan kekuatan pertahanan nasional yang unggul. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.