Blokade Armada Kemanusiaan, DPR Sebut Israel Langgar Hukum Humaniter Internasional

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam adanya blokade kapal Global Sumud Flotilla oleh Israel yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Menurutnya, Israel telah melanggar hukum humaniter internasional.
Sukamta menilai armada kemanusiaan seharusnya diberi keleluasaan karena mengutamakan misi kemanusiaan dan wujud solidaritas masyarakat dunia untuk membantu warga Gaza. Apalagi, warga Gaza dalam posisi kesulitan mendapatkan makanan, minuman, serta tidak ada tempat tinggal selama hampir dua tahun.
Baca Juga: Israel Serang Armada Global Sumud Flotilla, DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah Konkret
Ia menyesalkan blokade bantuan kemanusiaan terus dilakukan oleh Israel. Sukamta juga mengutuk keras Israel yang terus menyerang rumah sakit serta petugas kesehatan padahal medis seharusnya dilindungi.
"Saya kira dalam sejarah modern, di semua zona konflik, bantuan kemanusiaan dilindungi. Tapi ini tidak terjadi di Palestina,” papar Sukamta, yang dikutip Sabtu (4/10).
“Israel terang-terangan melanggar hukum humaniter internasional, menghina nilai-nilai kemanusiaan. Ini jelas tindakan yang sangat keji," tambahnya.
Sukamta berharap pemerintah Indonesia bisa segera melakukan tindakan, salah satunya kerja sama dengan negara lain untuk menekan Israel agar segera membuka blokade.
"Saya berharap negara-negara yang punya hubungan dengan Israel segera melakukan pemutusan hubungan diplomatik, melakukan embargo ekonomi dan menghentikan bantuan militer. Ini langkah nyata untuk memberikan tekanan yang lebih kuat ke Israel," ujarnya.
Baca Juga: 2 Anggota TNI Diduga Jual Amunisi ke KKB, DPR Minta Investigasi Menyeluruh
Sukamta juga meminta pemerintah Indonesia untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Sukamta menyebut pemerintah perlu memanfaatkan pemberian bantuan melalui jalur udara.
“Saya berharap pemerintah Indonesia dan juga negara-negara OKI terus mencoba memberikan bantuan kemanusiaan dengan berbagai cara yang paling mungkin, mengingat situasi sangat kritis yang saat ini dialami oleh warga Gaza," ujarnya. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































