Rusia Pertanyakan Posisi BoP dengan Dewan Keamanan PBB

Jakarta, IDM – Pejabat senior Rusia mempertanyakan bagaimana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) akan bekerja sama dengan Dewan Keamanan PBB, yang telah menjadi poros utama upaya perdamaian sejak akhir Perang Dunia II.
Trump pertama kali mengusulkan BoP pada September tahun lalu, sebagai upaya mengakhiri perang Israel-Hamas di Gaza. Kemudian, AS membuka kemungkinan bahwa peran BoP berpotensi melampaui isu Gaza dan menjadi model penyelesaian konflik lainnya, sebuah mandat yang secara tradisional milik PBB.
Baca Juga: Wapres AS Sebut Tak akan Biarkan Iran Miliki Senjata Nuklir
AS merupakan satu-satunya anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang bergabung dengan BoP, sekaligus Trump menjadi Ketua dewan tersebut. Anggota Dewan Keamanan PBB lainnya adalah Rusia, Cina, Inggris, dan Prancis.
"Piagam BoP mendefinisikannya sebagai struktur internasional baru yang dirancang untuk menggantikan 'mekanisme yang terlalu sering terbukti tidak efektif'," kata Direktur departemen organisasi internasional Kementerian Luar Negeri Rusia, Kirill Logvinov, melansir TASS, Kamis (26/2).
Baca Juga: Indonesia Dukung Langkah Palestina Perkuat Koordinasi Perdamaian Internasional
"Pendekatan seperti itu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana BoP akan hidup berdampingan dengan PBB dan Dewan Keamanannya, yang merupakan satu-satunya badan yang diakui secara universal untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































