Di tengah pusaran konflik global yang kian kompleks dan saling terhubung, terutama tragedi berkepanjangan di Gaza, Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, memandang pembentukan Board of Peace (BoP) sebagai kebutuhan mendesak dalam arsitekturdiplomasi dunia hari ini. Baginya, BoP harus menjadi ruang diplomasi preventif yang autentik. Bukan sekadar forum simbolik, melainkan penjaga perdamaian yang memastikan tidak ada agresi lanjutan dan tidak ada upaya aneksasi terselubung. Berikut wawancara eksklusif Indonesia Defense Magazine bersama Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh.
Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menyatakan bahwa penarikan Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) dari Gaza akan dilakukan setelah pelucutan senjata Hamas.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tetap diarahkan untuk memperjuangkan perdamaian jangka panjang di Palestina.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyarankan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan Indonesia dalam kerja sama Board of Peace (BoP).
Pejabat senior Rusia mempertanyakan bagaimana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) akan bekerja sama dengan Dewan Keamanan PBB, yang telah menjadi poros utama upaya perdamaian sejak akhir Perang Dunia II.
Pemerintah Indonesia menyambut pembentukan kantor penghubung (liaison office) oleh Otoritas Palestina guna memperkuat komunikasi dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace).
Dewan Perdamaian (BoP), yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dibentuk untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza. Hingga kini terdapat total 22 negara yang bergabung BoP termasuk Indonesia. Lantas, bagaimana masyarakat Gaza memandang dibentuknya dewan tersebut?
Ketua DPR RI Puan Maharani menutup Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 dalam Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, menegaskan kehadiran Indonesia dalam forum Board of Peace harus dimaknai sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.
Indonesia dan tujuh negara Arab menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menangani Gaza pascakonflik.