Rusia Klaim Berhasil Rebut 400 Kilometer Persegi Wilayah Ukraina

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengklaim bahwa pasukannya berhasil merebut setidaknya 400 kilometer persegi wilayah Ukraina sejak awal tahun ini. Keberhasilan itu diungkapkan ketika Ukraina menghadapi ancaman menipisnya amunisi.
Dilansir dari The Moscow Times, Selasa (16/4), wilayah itu merupakan Donetsk, Kherson, Luhansk dan Zaporizhzhia. Meskipun demikian, beberapa sumber menyebut Rusia tidak sepenuhnya memegang kendali atas wilayah tersebut.
Baca Juga: Terkait Serangan Iran ke Israel, Sekjen PBB: Timur Tengah di Ambang Kehancuran
“Sejak awal tahun ini, 403 kilometer persegi telah berada di bawah kendali kami. (Kini) angkatan bersenjata Rusia terus mendorong unit Ukraina ke arah barat,” kata Shoigu.
Lebih lanjut, Shoigu mengatakan pasukan Rusia telah merebut lima desa yaitu empat di Donetsk dan satu di Zaporizhzhia selama sebulan terakhir. Sedangkan pada bulan Februari lalu, Rusia berhasil merebut kota strategis Avdiivka.
Baca Juga: AS Berkomitmen Bantu Israel, Tapi Tidak akan Serang Balik Iran
Sementara, The Institute for the Study of War (ISW) menilai percepatan kemajuan Rusia di medan perang selama beberapa pekan terakhir “tidak mencerminkan ancaman keberhasilan operasional Rusia di tengah berlanjutnya penundaan bantuan keamanan Amerika Serikat ke Ukraina". ISW pun memperkirakan Rusia hingga saat ini telah menguasai lebih dari 100.000 kilometer persegi atau hampir seperlima wilayah Ukraina. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































