Terkait Serangan Iran ke Israel, Sekjen PBB: Timur Tengah di Ambang Kehancuran

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa wilayah Timur Tengah berada di ambang kehancuran, usai Iran meluncurkan serangan udara ke Israel.
Sebelumnya, Israel mengatakan bahwa Iran meluncurkan sekitar 300 drone, yang hampir seluruhnya berhasil di tembak jatuh. Serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan Israel ke kedutaan Iran di Suriah pada tanggal 1 April lalu.
Dilansir dari Un.org, laman resmi PBB, Senin (15/4), Guterres memperingatkan agar Israel dan Iran menahan diri untuk tidak semakin meningkatkan ketegangan dengan kembali melakukan serangan. Pernyataan ini ia ungkapkan ketika pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, sehari setelah serangan Iran.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Perdamaian di Indo-Pasifik, AS, Jepang dan Filipina Perkuat Kerja Sama Pertahanan
"Timur Tengah berada di ambang kehancuran. Masyarakat di kawasan ini sedang menghadapi bahaya nyata berupa konflik berskala penuh yang destruktif. Sekaranglah waktunya untuk meredakan ketegangan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut tindakan negaranya 'perlu dan proporsional', sebagai bentuk membela diri. Iran tidak berniat untuk memicu eskalasi atau perang di kawasan tersebut.
“Operasi Iran sepenuhnya merupakan pelaksanaan hak yang melekat pada Iran untuk membela diri. Kesimpulannya, tindakan ini perlu dan proporsional. Tepat dan hanya menyasar tujuan militer dan dilakukan secara hati-hati untuk meminimalkan potensi eskalasi dan mencegah kerugian sipil,” ujar Iravani.
Baca Juga: Rusia Klaim Berhasil Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua
Sementara, Duta Besar Israel Gilad Erdan mengatakan pihaknya juga berhak melakukan pembalasan. Ia mengungkapkan, serangan pada Sabtu malam itu diluncurkan tidak hanya dari wilayah Iran, tetapi juga Lebanon, Suriah, Yaman, dan Irak.
“Serangan ini melewati garis batas dan Israel berhak membalas,” imbuh Erdan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































