INTERNASIONAL

Jaga Stabilitas Perdamaian di Indo-Pasifik, AS, Jepang dan Filipina Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Ferdinand Marcos Jr, Joe Biden dan Fumio Kishida
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bertemu di Gedung Putih. (Foto: Dok. X/Joe Biden)

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS), Jepang dan Filipina menggelar KTT trilateral pertama di Gedung Putih pada beberapa waktu lalu, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kerjasama pertahanan dan menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

“Kami berkumpul hari ini di Washington sebagai mitra, dipersatukan oleh visi yang sama-sama kita miliki tentang tatanan Indo-Pasifik dan internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan hukum internasional, sebuah visi yang kami janjikan untuk maju bersama selama beberapa dekade mendatang,” tulis pernyataan bersama melansir Whitehouse.gov, laman Pemerintah AS, Sabtu (13/4).

Baca Juga: AUKUS Tunjuk BAE Systems untuk Bagun Kapal Selam

Dalam pertemuan tersebut, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga menyoroti tantangan yang muncul dari tindakan provokatif Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Cina di Laut Cina Selatan.

"Kami menyatakan keprihatinan serius kami terhadap perilaku berbahaya dan agresif RRT di Laut Cina Selatan. Kami juga prihatin dengan militerisasi wilayah yang direklamasi dan klaim maritim yang melanggar hukum di Laut Cina Selatan. Kami bertekad untuk memperluas kerja sama pertahanan trilateral, termasuk melalui operasi gabungan dan latihan angkatan laut," katanya.

Sebelumnya, Cina dan Filipina telah terlibat dalam beberapa insiden di Laut Cina Selatan seperti penggunaan meriam air oleh kapal penjaga pantai Cina terhadap Filipina hingga tabrakan kapal.

Baca Juga: Myanmar Jadi Negara Paling Terkontaminasi Ranjau Darat di Dunia

Sejalan dengan itu, AS dan Jepang sepakat untuk mendukung Filipina memperkuat pertahanan melalui latihan gabungan dan menambah jumlah kapal untuk menjaga keamanan.

"AS dan Jepang terus mendukung peningkatan kapasitas Penjaga Pantai Filipina, termasuk melalui penyediaan dua belas kapal Penjaga Pantai Filipina baru-baru ini dan rencana untuk menyediakan lima kapal tambahan ke Filipina," ujarnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.