Rusia dan Ukraina Lakukan Pertukaran 100 Tawanan Perang

Jakarta, IDM - Rusia dan Ukraina telah melakukan pertukaran 100 tawanan perang yang telah berlangsung hampir dua tahun. Pertukaran itu disebut berhasil disepakati usai dimediasi oleh Uni Emirat Arab (UEA) pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Reuters, Senin (12/2), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tentara yang kembali akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Ibu Kota Moskow. Sementara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut sebagian besar dari mereka yang dibawa pulang telah bertugas di garis depan pertahanan selama tiga bulan di pelabuhan Mariupol di Laut Azov, yang kini dikuasai oleh pasukan Rusia.
Baca Juga: AS Kembali Hancurkan Rudal Houthi di Yaman
"Kami selalu mengingat orang-orang kami yang disandera, semuanya. Kami perlu mengembalikan semua orang. Kami mengupayakannya setiap hari," kata Zelensky, merujuk pada bantuan mediasi oleh UEA.
Berdasarkan laporan Komite Koordinasi Penanganan Tawanan Perang Ukraina, sebanyak 28 prajurit yang kembali berada dalam keadaan terluka atau sakit. Sedangkan kepala Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina Kyrylo Budanov melaporkan sebanyak 3.135 tawanan perang Ukraina kini telah kembali pulang.
Baca Juga: PBB Tolak Pemindahan Paksa Warga Sipil Palestina dari Pengungsian Rafah
“Seperti yang Anda lihat, ini (pertukaran tawanan) memerlukan sedikit waktu, namun satu-satunya hal yang penting adalah hasilnya,” kata Budanov. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































