Reshuffle Terbatas, Qodari hingga Dudung Dilantik di Istana

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan reshuffle terbatas di Istana Negara, pada Senin (27/4).
Sejumlah nama dilantik oleh Presiden Prabowo dan mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugas baru di pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Pengawasan WNA, Dorong Sistem Pemantauan Terintegrasi Nasional
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara Qodari kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi yang sebelumnya dijabat Angga Raka Prabowo.
Mantan Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi kembali masuk Istana dan dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Lalu, Mantan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding juga kembali bertugas sebagai Kepala Badan Karantina Nasional setelah sebelumnya menjadi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Regulasi Moderasi Konten untuk Perkokoh Pertahanan Negara di Ruang Digital
Kemudian, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)/ mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat diangkat menjadi Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Sementara Hanif Faisol diangkat menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































