Qatar Kecam Standar Ganda Dalam Konflik Gaza

Jakarta, IDM - Qatar mengecam adanya “standar ganda”, yaitu ketika hukum internasional berlaku bagi beberapa negara, namun tidak bagi negara lain, dalam sidang Mahkamah Internasional mengenai pendudukan Israel di wilayah Palestina.
“Beberapa anak dianggap layak dilindungi sementara yang lainnya terbunuh dalam jumlah ribuan. Qatar menolak standar ganda seperti itu. Hukum internasional harus ditegakkan dalam segala keadaan. (Hukum) itu harus diterapkan pada semua orang, dan harus ada akuntabilitas," kata diplomat senior Qatar Mutlaq al-Qahtani ketika sidang di Den Haag melansir Al Jazeera, Sabtu (24/2).
Baca Juga: Korsel, AS dan Jepang Sepakat Perlunya Tanggapan Tegas Terhadap Korut
Selain itu, Al-Qahtani menilai bahwa Israel telah menerapkan rezim apartheid untuk mempertahankan “dominasi orang Yahudi Israel atas orang Palestina”. Dia pun menyebut pendudukan Israel ilegal karena melanggar hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka.
"Mahkamah Internasional memiliki mandat yang jelas dan tanggung jawab untuk memperbaiki situasi yang tidak dapat diterima ini,” ujarnya.
Baca Juga: Armenia Tangguhkan Keanggotaannya Dalam Aliansi Militer yang Dipimpin Rusia
Qatar bersama Mesir dan Amerika Serikat (AS) berupaya menjadi mediator negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang menimbulkan banyak korban jiwa di Gaza. Sementara, Mahkamah Internasional telah mendengarkan pendapat lebih dari 50 negara mengenai implikasi hukum pendudukan Israel.
Panel yang beranggotakan 15 orang hakim itu telah diminta untuk meninjau pendudukan, pemukiman dan aneksasi Israel termasuk tindakan yang bertujuan mengubah komposisi demografis, karakter dan status Kota Suci Yerusalem, dan penerapan undang-undang maupun tindakan diskriminatif terkait. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































