Presiden Rusia Sebut Siap Diskusi dengan Ukraina

Jakarta, IDM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan siap melakukan diskusi dengan Ukraina, Amerika Serikat (AS) dan Eropa mengenai 'operasi khusus' yang sudah berlangsung sejak Februari tahun lalu. Namun, kata Putin, Rusia akan selalu membela kepentingan nasional.
Dilansir dari Reuters, Rabu (20/12), hal itu diungkapkan Putin saat pertemuan Kementerian Pertahanan yang dihadiri oleh para petinggi militer, termasuk Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Jenderal Valery Gerasimov dan Direktur Dinas Keamanan Federal (FSB) Alexander Bortnikov.
"Ukraina, mereka yang bersikap agresif terhadap Rusia, dan Eropa serta Amerika Serikat - apakah mereka ingin bernegosiasi? Biarkan saja. Tapi kami akan melakukannya berdasarkan kepentingan nasional kami," kata Putin.
Baca Juga: Denmark dan AS Sepakati Kerja Sama Pertahanan
Sebelumnya, Putin juga telah berulang kali mengatakan siap untuk membicarakan masa depan Ukraina dan tidak berniat berperang dengan Eropa. Kali ini, ia kembali menyatakan hal serupa sekaligus menekankan pihaknya tidak akan menyerahkan apa yang menjadi milik Rusia.
“Kami tidak akan menyerahkan milik kami. Kami tidak akan mengabaikan tujuan operasi militer khusus ini,” ujarnya.
Ia pun menyebut Rusia memimpin operasi di garis depan pertempuran. Kendati demikian, Rusia Pelu meningkatkan komunikasi dan kemampuan militer berupa pengintaian maupun penargetan.
Baca Juga: Ukraina akan Produksi Satu Juta Unit Drone Tahun Depan
Menurutnya, industri pertahanan Rusia brrgerak lebih cepat dibandingkan industri pertahanan Barat. Sehingga, Rusia akan terus meningkatkan kekuatan dan kesiapan tempur.
Sementara, Shoigu mengungkapkan bahwa pasukan Rusia telah membentuk beberapa ladang ranjau hingga memiliki luas total 7.000 km persegi di Ukraina. Selain itu, sekitar 1,5 juta penghalang anti-tank dan 2.000 km parit anti-tank juga telah dibangun. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































