POLKAM

Presiden Prabowo: yang Besar Harus Berperan, yang Miskin Diberdayakan

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut sebagian dari pengusaha besar di Indonesia mau diajak ikut membangun Indonesia bersama. (Foto: Dok. Setpres RI/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menyebut sebagian besar dari pengusaha besar di Indonesia mau diajak ikut membangun Indonesia bersama. Sehingga Prabowo meminta agar yang ‘besar’ perlu berperan dan yang kurang mampu untuk diberdayakan.

“Tidak semua pengusaha besar itu ikut dalam mazhab serakahnomics. Justru sebagian besar kita ajak membangun Indonesia bersama,” ungkap Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (15/8).

Baca Juga: Prabowo Beberkan Korupsi Jadi Masalah Besar Indonesia

Praktik yang ia sebut sebagai serakahnomics ialah perilaku mencari keuntungan sebesar-besarnya di atas penderitaan rakyat.

Prabowo juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk menjadi bagian dari konsep “Indonesia Incorporated,” yaitu pembangunan ekonomi yang melibatkan semua pemangku kepentingan sebagai satu kesatuan tim nasional.

“Yang kuat, yang besar punya peranan, yang menengah punya peranan, yang kecil punya peranan, kita bantu. Yang miskin kita berdayakan. Itu namanya Indonesia Incorporated,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Tak Segan Lawan Jenderal TNI-Polri yang Nakal ingin Kuasai Lahan Negara

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat miskin akan berdampak pada daya beli yang pada akhirnya menggerakkan seluruh mata rantai ekonomi, termasuk industri besar.

“Kita bisa hilangkan kemiskinan kalau orang yang di bawah garis kemiskinan punya uang, punya penghasilan, mereka punya daya beli. Mereka akan beli barang-barang dari pabrik-pabrik yang dimiliki perusahaan besar. Itu yang dinamakan ekonomi mata rantai yang saling memperkuat, bukan saling menghancurkan,” tandasnya. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.