SUPER GARUDA SHIELD

Kapal Angkut MV Cape Hudson Tiba di Lampung Bawa Alutsista Peserta Super Garuda Shield 2025

Kapal Angkut MV Cape Hudson
Alat utama sistem persenjataan (alutsista) negara peserta latihan Super Garuda Shield 2025 mulai berdatangan di Pelabuhan Panjang, Lampung, Kamis (14/8/2025). Alutsista dibawa menggunakan kapal angkut militer MV Cape Hudson. (Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) negara peserta latihan gabungan militer Super Garuda Shield 2025 mulai berdatangan di Pelabuhan Panjang, Lampung, Kamis (14/8).

Alutsista tersebut diangkut menggunakan kapal angkut militer Amerika Serikat (AS) MV Cape Hudson.

“Kapal kargo berbendera Amerika Serikat ini membawa berbagai peralatan militer, antara lain alat berat, persenjataan berikut munisinya, helikopter, serta kendaraan tempur taktis lainnya yang akan digunakan selama pelaksanaan latihan,” tulis siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Jumat (15/8).

Baca Juga: Perdana, JAT Akan Tampilkan Manuver Udara dengan Asap ‘Merah Putih’ di HUT ke-80 RI

Kedatangan alutsista menjadi bagian dari persiapan rangkaian kegiatan latihan yang akan dilaksanakan di beberapa lokasi.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, ada sembilan materi yang akan dilatihkan dalam latihan Super Garuda Shield tahun ini.

Materi pertama staffex atau materi mengenai prosedur pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi. Staffex ini akan dilakukan di Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal), Jakarta.

Baca Juga: TNI AL Simulasi Penyelamatan Kapal Selam di Surabaya, Libatkan 3 KRI hingga 339 Personel

Kemudian, materi cyberex yaitu mengidentifikasi, mengamankan, mempertahankan dari ancaman siber. “Latihan cyberex digelar di Markas Satuan Siber TNI,” ujar Kristomei kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (30/6).

Kapal Angkut MV Cape Hudson
Kapal membawa berbagai peralatan militer, antara lain alat berat, persenjataan berikut munisinya, helikopter, serta kendaraan tempur taktis lain yang akan digunakan selama pelaksanaan latihan. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Materi selanjutnya airbone ops atau operasi lintas udara dan penerjunan bebas; cargo delivery system atau sistem distribusi logistik; joint strike atau penyerbuan gabungan; jungle FTX atau pertempuran hutan; special operation force atau latihan operasi pasukan khusus hingga operasi amfibi yang akan dilakukan Marinir negara peserta.

Terakhir, materi engineer civil action project atau pembangunan sarana dan prasarana desa dan combine arm life fire exercise atau CALFEX (materi mengenai latihan tembakan munisi tajam terintegrasi antar-kecabangan).

Baca Juga: Pesan KSAD untuk 176 Calon Komandan Satuan Berpangkat Letnan Kolonel

Kapuspen TNI mengatakan, materi seperti penyerbuan gabungan dan jungle FTX atau pertempuran hutan akan digelar Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan.

Sementara materi operasi amfibi dilaksanakan di Puslatpur 9 Marinir Dabo Singkep, Pasuruan, Jawa Timur.

Rangkaian latihan akan digelar 25 Agustus hingga 4 September 2025. Terdapat 16 negara, terdiri dari negara pengirim pasukan dan negara peninjau (observer), yang ikut dalam Super Garuda Shield tahun ini.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.