SUPER GARUDA SHIELD

Taifib Berlatih Menembak Cepat Bareng Pasukan Khusus Jepang dan Marinir Korea

Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir
Prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir berlatih menembak reaksi bersama pasukan operasi khusus dari Angkatan Bersenjata Jepang (JSOG) dan Korps Marinir Korea Selatan (ROKMC) di Sentul, Jawa Barat, Selasa (26/8). Prajurit Denipam 1 Marinir latihan menambak bersama militer Jepang dan Korea di Sentul, Jawa Barat, Selasa (26/8). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir berlatih menembak reaksi bersama pasukan operasi khusus dari Angkatan Bersenjata Jepang (JSOG) dan Korps Marinir Korea Selatan (ROKMC) di Sentul, Jawa Barat, Selasa (26/8).

Latihan yang digelar dalam rangkaian Super Garuda Shield 2025 ini mengasah kemampuan kecepatan pengisian ulang peluru senjata.

"Materi ini merupakan tingkat lanjutan dari latihan menembak tepat yang rutin dilaksanakan prajurit Denipam 1 Marinir, baik menggunakan senjata laras panjang maupun pistol," ungkap Komandan Detasemen Intai Para Amfibi 1 Marinir Letkol (Mar) Romanimbun Butarbutar, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Kamis (28/8).

Baca Juga: KRI RE Martadinata Tembakkan Meriam hingga Latihan VBSS di Teluk Thailand

Menurutnya, kecepatan isi ulang peluru sangat dipengaruhi keterampilan prajurit serta mekanisme senjata yang digunakan.

"Oleh karena itu, latihan ini penting untuk meningkatkan akurasi sekaligus kecepatan saat pertempuran, khususnya dalam skenario pertempuran kota," lanjutnya.

Latihan bersama ini juga menjadi sarana bagi prajurit Denipam 1 Marinir untuk menyerap teknik tempur pasukan khusus Angkatan Bersenjata Jepang dan Marinir Korea Selatan

"Melalui latihan bersama tersebut, prajurit Denipam 1 Marinir diharapkan mampu mempelajari teknik yang tepat dalam melakukan pengisian ulang dan penembakan secara cepat, akurat, serta efektif dalam skenario pertempuran," ujarnya.

Baca Juga: Pangdivif 2 Kostrad Pimpin Sertijab Danbrigif 9/DY, Momentum Regenerasi dan Soliditas Prajurit

Super Garuda Shield 2025 dijadwalkan selama 25 Agustus-4 September, melibatkan sekitar 6.500 personel dari 13 negara termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Australia, Belanda, Singapura, Kanada, Prancis, Jerman, Brasil, New Zealand, dan Inggris.

Latihan gabungan bersama ini digelar di sejumlah lokasi, antara lain Seskoal Jakarta, PMPP TNI Sentul, Puslatpur Baturaja Sumatera Selatan, dan Puslatpurmar IX, Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Materi mencakup staf perencanaan operasi, pertahanan siber, operasi pendaratan amfibi, penerjunan pasukan lintas udara, tembak tempur langsung dengan amunisi tajam, evakuasi medis prajurit di medan tempur, hingga penembakan rudal Stinger sebagai latihan pertahanan udara jarak dekat untuk pertama kalinya di Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.