Libatkan Jet Tempur F-16 dan Heli Serang Apache, Kopasgat dan Australian Army Latihan JTAC

Jakarta, IDM – Prajurit TNI yang tergabung dalam Detasemen Matra 1 (Denmatra 1) Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU melaksanakan latihan joint terminal attack controller (JTAC) Joint Terminal Attack bersama Australian Army dalam rangkaian latihan gabungan bersama Super Garuda Shield (SGS) 2025.
Latihan digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan, Minggu (31/8).
Baca Juga: Marinir TNI AL Bersama 5 Negara Susun Rencana Manuver Jelang Pendaratan Amfibi Super Garuda Shield
Latihan JTAC menitikberatkan pada kemampuan personel Denmatra 1 Kopasgat dan Australian Army untuk memandu secara tepat bantuan tembakan udara close air support (CAS) dari jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU dan helikopter serang AH-64 Apache TNI AU dan US Army.
“Dengan demikian, koordinasi antara unsur darat dan udara dapat terintegrasi secara efektif untuk mendukung keberhasilan operasi tempur gabungan,” tulis keterangan pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Senin (1/9).

Latihan tersebut meningkatkan interoperabilitas, membangun kepercayaan, serta memperkuat kerja sama militer regional.
Baca Juga: Satgas Garuda Merah Putih II Bertolak ke Mesir Lanjutkan Misi Kemanusiaan untuk Gaza
JTAC juga menjadi salah satu materi penting dalam SGS 2025, yang berfokus pada kesiapan dan profesionalisme pasukan dalam menghadapi berbagai skenario pertempuran modern.
Lewat latihan tersebut, prajurit TNI memanfaatkan teknologi komunikasi dan koordinasi tempur terkini. “Sehingga serangan udara dapat dilaksanakan dengan akurat dan meminimalisir risiko terhadap pasukan sendiri maupun lingkungan sekitar,” tulis Puspen TNI.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































