SUPER GARUDA SHIELD

Kopassus dan Kopasgat Berlatih Menembak Reaksi dengan US Special Operations Forces

Super Garuda Shield 2025
Latihan CMMS melibatkan SatGultor 81 Kopassus, SatBravo Kopasgat, dan United States Special Operations Forces Special Tactics Team (STT). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Pasukan khusus TNI yang terdiri dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) berlatih menembak reaksi dengan pasukan khusus Amerika Serikat, United States Special Operations Forces (SOF).

Latihan digelar dalam rangkaian latihan gabungan bersama (latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Sabtu (30/8).

Baca Juga: Marinir Bersama Bulog Sediakan Beras Murah di Jakarta, Surabaya, dan Sorong

Latihan melibatkan Satuan Gultor 81 Kopassus, Satuan Bravo Kopasgat, dan United States Special Operations Forces Special Tactics Team (STT).

Super Garuda Shield 2025
Latihan mencerminkan komitmen TNI dan USSOF dalam mempererat hubungan pertahanan. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah melalui keterangan tertulisnya, mengatakan bahwa materi latihan close multiple moving shot (CMMS) dirancang untuk mengasah kecepatan, ketepatan, serta koordinasi antar-personel dalam menghadapi sasaran bergerak secara dinamis.

“Dalam latihan ini, setiap prajurit dituntut untuk tetap fokus, disiplin, dan mampu merespons secara instan sesuai kondisi taktis di lapangan,” kata Kapuspen TNI, Minggu (31/8).

Baca Juga: KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran ke Brunei, Usai Misi Diplomasi di Thailand

Selain menjadi ajang peningkatan keterampilan teknis, lanjut Freddy, latihan tersebut juga mencerminkan komitmen TNI dan USSOF dalam mempererat hubungan pertahanan, memperkuat kerja sama militer, serta mewujudkan stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Latihan juga untuk meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, serta kesiapsiagaan pasukan khusus dalam menghadapi beragam skenario pertempuran modern.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.