HANKAM

KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran ke Brunei, Usai Misi Diplomasi di Thailand

KRI Bima Suci
KRI Bima Suci passing exercise dengan kapal perang HTMS Rattanakosin-441 saat berlayar di Teluk Thailand menuju Brunei Darussalam, Sabtu (30/8). (Foto" Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Usai menuntaskan misi diplomasi di Thailand, KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju Brunei Darussalam bersama taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III korps pelaut angkatan ke-72, Sabtu (30/8).

Sebelumnya, KRI Bima Suci sandar selama tiga hari, yakni 27-29 Agustus di Sattahip untuk melaksanakan misi diplomasi duta bangsa sekaligus latihan dan praktik Kartika Jala Krida 2025. Adapun Brunei Darussalam merupakan etape kelima dari kapal layar latih tiang tinggi tersebut.

Baca Juga: Panglima TNI Minta Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

“Pelayaran ini bukan hanya mengasah profesionalisme prajurit, tetapi juga menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung diplomasi maritim serta mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” ujar Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Minggu (31/8).

Pascaberlayar dari Sattahip, KRI Bima Suci melakukan latihan manuver laut (passing exercise) dengan kapal perang HTMS Rattanakosin-441, saat keduanya berpapasan di Teluk Thailand.

Adapun latihan tersebut mencakup lintas perpisahan kapal (farewell passing); komunikasi menggunakan cahaya (flash exercise); dan komunikasi bendera (flaghoist exercise).

Baca Juga: Marinir Bersama Bulog Sediakan Beras Murah di Jakarta, Surabaya, dan Sorong

Sugeng mengatakan, latihan itu penting bagi peningkatan kemampuan prajurit KRI Bima Suci dan taruna AAL. “Latihan ini bertujuan meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama di laut, sekaligus memberi pengalaman nyata kepada taruna AAL untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di akademi,” katanya .

Para taruna AAL dijadwalkan berlayar dengan KRI Bima Suci selama 60 hari, mulai 1 Agustus-30 September dengan jarak tempuh sejauh 6.895 mil laut. Rute pelayaran dimulai dari Surabaya–Jakarta–Padang–Malaysia–Thailand–Brunei Darussalam–Tarakan–Makassar dan akan kembali lagi ke Surabaya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.