SUPER GARUDA SHIELD

Calfex Super Garuda Shield 2025, F-16 TNI AU Berhasil Hancurkan Pertahanan Awal Musuh

Pesawat tempur F-16 TNI AU
Pesawat tempur F-16 TNI AU yang dikerahkan dalam Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) Latihan Gabungan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Sebanyak dua pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan call sign ‘Rydder Flight’ berhasil mengancurkan pertahanan awal musuh sekaligus membuka jalur bagi pasukan darat untuk melancarkan misi berikutnya.

Aksi tersebut merupakan bagian dari misi close air support (CAS) dalam Combined Arm Live Exercise (CALFEX) pada Latihan Gabungan Multinasional Super Garuda Shield 2025. Latihan puncak ini digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Rabu (3/9).

Sebelum melancarkan misi CAS, unsur terpadu TNI AU dan US Navy terlebih dahulu melakukan pengintaian dan pemantauan melalui misi intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR).

Baca Juga: Oknum TNI Tembak Warga Sipil di Papua Karena Kesalahpahaman

“Kiprah aset (alutsista) TNI AU dalam misi ISR dan CAS menegaskan posisi air power sebagai faktor penentu kemenangan operasi gabungan,” tulis TNI AU melalui unggahan Instagram @militer.udara, dikutip Kamis (4/9).

CALFEX
Tembakan roket dalam Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) Latihan Gabungan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Setelah seluruh data yang dibutuhkan terkumpul, tim Joint Terminal Attack Controller (JATC) dari Denmatra 1 Korpasgat TNI AU kemudian memandu dua pesawat F-16 Fighting Falcon asal Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru untuk melancarkan serangan.

Skenario serangan berlanjut dengan pengerahan helikopter serang AH-64 Apache milik TNI AD dan US Army sebagai kekuatan tambahan untuk menambah daya hancur pada titik lawan.

Baca Juga: Marinir Optimalkan Pengamanan Jakarta dengan Pemantauan Drone dan Latihan Huru-Hara

Kemudian, Korps Marinir TNI AL dan Armed TNI AD masing-masing meluncurkan tembakan artileri roket MLRS Vampire dan Astros, yang disusul dengan tembakan M142 HIMARS milik US Army utnuk semakin melemahkan pertahanan musuh.

“Pada fase akhir, pasukan infanteri gabungan dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Jepang melaksanakan ground attack untuk menduduki area sasaran,” tulis TNI AU.

Misi CALFEX tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, beserta tiga kepala staf angkatan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.