TNI Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara dalam Super Garuda Shield

Jakarta, IDM – Prajurit TNI dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) Detasemen Markas Besar TNI AU menggelar latihan evakuasi medis udara atau air medevac dalam rangkaian latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025.
Latihan evakuasi itu digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan, Jumat (29/8).
Baca Juga: Kodam I/BB Bagikan 250 Paket Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah dan Panti Asuhan
Komandan Batalyon Kesehatan (Danyonkes) Denma Mabesau Letkol (Kes) dr Ahmad Hendra menyampaikan, kegiatan air medevac menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menyiapkan kemampuan tempur, tetapi juga memprioritaskan perlindungan kesehatan prajurit.
“Kehadiran unsur medis dalam latihan multinasional ini memperkuat interoperabilitas sekaligus kepercayaan antar-negara mitra dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujar Ahmad Hendra dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8).

Dalam skenario latihan, prajurit yang mengalami luka di medan operasi mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Lapangan.
Setelah distabilisasi, pasien dipindahkan menggunakan helikopter menuju fasilitas rujukan yang lebih lengkap dengan tetap mendapatkan perawatan medis sepanjang perjalanan.
Baca Juga: Marinir Unjuk Kekuatan Senjata Roket MLRS Vampire di Super Garuda Shield 2025
Sebelum pelaksanaan latihan, digelar Subject Matter Expert Exchange (SMEE) bidang kesehatan militer yang mempertemukan tenaga medis TNI dengan mitra dari Amerika Serikat, Prancis, Australia, dan Kanada.
Forum tersebut membahas prosedur penanganan darurat hingga evakuasi medis udara, yang menjadi bekal penting dalam pelaksanaan latihan di lapangan.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































