Prajurit Satbravo 90 TNI AU Asah Kemampuan Patroli dan Pengintaian dalam SGS 2025

Jakarta, IDM – Prajurit Satuan Bravo (Satbravo) 90 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) mengasah kemampuan patroli dan pengintaian (patrol and reconnaissance) dalam Latihan Gabungan Multinasional Super Garuda Shield 2025 yang digelar di Baturaja, Minggu (31/8).
Latihan tersebut turut diikuti sejumlah prajurit dari Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat 81 Gultor) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan Special Tactics Team (STT) United States Special Operations Forces (USSOF).
Baca Juga: TNI Latihan Tembak Mortir 60 LR Jelang LFX Super Garuda Shield 2025
Sebanyak 28 personel gabungan tersebut mengawali kegiatan dengan pembekalan teori di Posko Koopssus TNI, kemudian dilanjutkan dengan pratik patroli serta pengintaian dengan radius satu kilometer dari posko.

“Materi patrol and reconnaissance menuntut kecermatan membaca medan, penguasaan teknik infiltrasi, serta kemampuan menjaga kerahasiaan gerakan untuk mendukung keberhasilan operasi khusus,” tulis TNI AU melalui unggahan Instagram @militer.udara, dikutip Selasa (2/9).
Keterlibatan prajurit Satbravo 90 dalam latihan ini menjadi representasi atas kesiapan serta profesionalisme prajurit TNI AU.
Baca Juga: Beredar Surat Pengaktifan Pam Swakarsa, Mabes TNI Beri Penjelasan
Dalam konteks yang lebih luas, latihan tersebut memperkuat interoperabilitas pasukan khusus lintas mtara dan internasional.
Interoperabilitas menjadi elemen penting dalam menghadapi dinamika operasi tempur modern di kawasan Indo-Pasifik.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































