Satuan Gabungan Siber TNI Bersama Perwira Lima Negara Berlatih Pertahanan Siber

Jakarta, IDM – Satuan Gabungan Siber TNI bersama perwira dari lima negara berlatih pertahanan siber dalam rangkaian latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025.
Latihan digelar di Gedung Markas Komando Satuan Siber TNI, Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (28/8).
Satuan Gabungan Siber TNI yang berkolaborasi dengan perwira siber Amerika Serikat, Australia, Kanada, Singapura, dan Brasil, menyusun sebuah konsep pertahanan siber yang kokoh, adaptif, dan berstandar global.
Baca Juga: TNI Kirim 174 Prajurit ke Republik Afrika Tengah
Selain itu, beberapa negara pengamat turut serta dalam diskusi strategi pertahanan siber tersebut.
“Cyber exercise difokuskan pada peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap ancaman serangan siber yang menargetkan sistem komando dan kontrol militer,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah lewat keterangannya, Jumat (29/8).
Latihan sekaligus menguji respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi skenario serangan malware, ransomware, maupun distributed denial of service (DDoS).

Para perwira siber juga menyusun protokol keamanan bersama dalam melindungi infrastruktur kritis, komunikasi militer, dan data operasional yang bersifat sensitif.
Latihan dirancang untuk memperkuat interoperabilitas pertahanan siner, meningkatkan resiliensi digital, serta mempererat kepercayaan internasional di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: 29 Prajurit Muda Sandang Baret Merah, Resmi Gabung Kopaska TNI AL
Rangkaian latihan dilaksanakan dalam dua kegiatan, yakni sesi akademik atau presentasi dari pemapar berupa simulasi perencanaan strategis menghadapi serangan siber lintas negara, serta technical drill yang menekankan pada latihan teknis seperti penetration testing, forensic analysis, dan incident response coordination.
Dengan kombinasi tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman strategis sekaligus pengalaman teknis yang aplikatif.
“Pelaksanaan cyber exercise dalam Super Garuda Shield menandai transformasi penting bahwa latihan multinasional ini tidak hanya berfokus pada operasi tempur konvensional, tetapi juga mencakup domain non-tradisional yang semakin relevan di era digital,” kata Kapuspen TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































