Presiden Prabowo Tekankan Soliditas TNI di Unhan: Kekuatan Kita Ada pada Kebersamaan

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya soliditas dan sinergi lintas matra dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat memberikan taklimat kepada sekitar 1.500 komandan satuan dari seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/4), sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kohesi internal TNI dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Kedatangan Presiden sekitar pukul 10.00 WIB disambut meriah oleh para peserta yang dengan kompak menyanyikan lagu-lagu perjuangan “Maju Tak Gentar” dan “Garuda Pancasila”, menciptakan suasana penuh semangat nasionalisme.
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Timur Tengah, Negara Pastikan Perlindungan dan Evakuasi 2.999 WNI
Mengenakan seragam safari cokelat dan peci hitam, Prabowo tampak menyapa para perwira dengan hangat sebelum acara resmi dimulai.
Taklimat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan doa bersama yang dipimpin oleh Adi Hidayat.
Momentum ini menjadi pembuka bagi rangkaian arahan strategis Presiden kepada jajaran komandan satuan dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa tantangan pertahanan modern tidak lagi bersifat konvensional semata, melainkan multidimensi meliputi ancaman siber, konflik hibrida, hingga ketegangan geopolitik kawasan.
Oleh karena itu, Kepala Negara mendorong terbangunnya interoperabilitas dan koordinasi yang solid antarmatra serta sinergi yang erat dengan kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: Kemenko Polkam Dorong Penguatan DPRP dan MRP demi Efektivitas Otsus Papua
“Kekuatan kita bukan hanya pada alutsista, tetapi pada soliditas, loyalitas, dan kebersamaan seluruh prajurit. Dengan persatuan, kita mampu menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan bangsa,” tegas Prabowo.
Presiden juga mengingatkan profesionalisme prajurit harus berjalan seiring dengan semangat pengabdian kepada rakyat.
Ia menilai TNI tidak hanya berperan sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai pilar stabilitas nasional yang harus selalu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan ini antara lain Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung sistem pertahanan negara yang kuat dan adaptif.
Baca Juga: Indonesia Finalisasi Posisi Nasional Jelang Forum Migrasi Global PBB
Setelah sesi taklimat berakhir, Presiden dan seluruh peserta mengikuti santap siang bersama.
Momen ini tidak sekadar menjadi penutup acara, tetapi juga simbol kebersamaan dan solidaritas antarmatra, mempererat hubungan personal maupun profesional di antara para perwira TNI.
Melalui taklimat ini, pemerintah berharap semangat persatuan dan soliditas yang digaungkan dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam setiap lini tugas, sehingga TNI semakin kokoh sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































