POLKAM

Presiden Prabowo Tegaskan TNI-Polri 'Anak Kandung Rakyat', Fondasi Pertahanan Indonesia

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa TNI dan Polri merupakan "anak kandung rakyat" yang harus senantiasa hadir, bekerja, dan mengabdi di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya TNI dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Malang, Jawa Timur, sebagai penegasan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia dibangun dari kedekatan aparat negara dengan rakyat.

Bagi Prabowo, keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional menjadi bukti bahwa kedua institusi tersebut tidak hanya mengemban tugas menjaga kedaulatan negara dan keamanan nasional.

Baca Juga: Panen Raya TNI, Capaian Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Konsep tersebut sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang menempatkan rakyat sebagai elemen utama dalam membangun ketahanan nasional.

"TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi, TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia," ungkap Presiden Prabowo.

Presiden menilai keberhasilan menjaga pertahanan negara tidak hanya diukur dari kekuatan militer ataupun modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Lebih dari itu, pertahanan nasional akan semakin kokoh apabila aparat negara mampu hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat, termasuk mendukung ketahanan pangan yang kini menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri Demi Rakyat

Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menegaskan filosofi yang menurutnya harus terus dipegang oleh setiap prajurit TNI maupun anggota Polri, yakni bahwa keduanya merupakan bagian dari rakyat yang lahir untuk melayani kepentingan bangsa.

"TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat," ujar Prabowo.

Presiden juga mengingatkan seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama ketika masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai tantangan nasional, mulai dari kemiskinan, ketahanan pangan, hingga menjaga stabilitas negara.

"Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, bahu-membahu, membuat langkah-langkah yang besar dan nyata untuk mengatasi kesulitan rakyat itu," kata Presiden.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI, Istana Tegaskan Misi Besar Swasembada Pangan

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan pemerintahan Prabowo yang mendorong TNI dan Polri berperan aktif dalam berbagai program strategis nasional, termasuk memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan.

Menurut Prabowo, konsep pertahanan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan rakyat. Negara yang memiliki masyarakat kuat, produktif, dan sejahtera akan memiliki daya tahan yang jauh lebih besar dalam menghadapi ancaman, baik ancaman militer maupun ancaman nonmiliter seperti krisis pangan, bencana, maupun gejolak ekonomi global.

"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.