Presiden Prabowo: Tak Ada Kompromi dalam Penegakan Hukum

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa kompromi.
Dalam pernyataannya di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo menegaskan bahwa integritas seorang presiden diuji saat harus mengambil keputusan yang berpotensi merugikan orang-orang terdekatnya sendiri.
Prabowo mengungkapkan, saat menerima daftar puluhan perusahaan yang terancam pencabutan izin karena pelanggaran, ia memilih untuk tidak mengetahui identitas pemiliknya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Buka Ruang Kritik Selebar-lebarnya dari Masyarakat
Langkah tersebut diambil demi menjaga objektivitas dan menghindari konflik kepentingan.
“Saya bilang, saya tidak mau lihat karena saya takut ada teman saya di situ. Begitu saya intip sedikit, eh ternyata ada Gerindra. Jadi, lebih baik saya tidak mau tahu,” ujar Prabowo.
Menurutnya, proses penindakan harus sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa campur tangan politik.
Baca Juga: Istana Pastikan Kabinet Merah Putih Solid, Utamakan Tujuan Bersama
Kepala Negara menegaskan amanat Pasal 33 UUD 1945 sudah sangat jelas mengenai pengelolaan sumber daya alam.
“UUD 45 Pasal 33 jelas tak usah ada penerjemah. Kalau tidak paham, keluar saja dari jabatan,” tegasnya. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































