Presiden Prabowo: Pertumbuhan Harus Sejalan dengan Pengentasan Kemiskinan

Jakarta, IDM - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan target ambisius pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Indonesia paling lambat pada 2029.
Ia menyatakan, upaya tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan bagian dari agenda besar pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
Menurut Kepala Negara, pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas menjadi fondasi utama dalam memutus mata rantai kemiskinan yang telah berlangsung lintas generasi.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok masyarakat tertinggal, sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Gugur Ditembak OPM, Kopda Satria Taopan Dimakamkan di TMP Dharma Loka Kupang
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan, tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan target tersebut merupakan tujuan yang realistis dan dapat dicapai apabila seluruh elemen bangsa bersatu, bekerja keras, serta berani mengambil langkah-langkah kebijakan yang progresif dan terobosan.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun capaian pembangunan yang telah diraih selama ini.
Baca Juga: Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Libatkan TNI-Polri dalam Pembinaan Guru
“Kita harus percaya diri. Keberhasilan-keberhasilan kita sangat banyak. Bukan kita sombong, bukan kita membanggakan-banggakan, tetapi kita harus bangga dengan prestasi. Kita harus bangga dengan bukti,” tegasnya.
Prabowo juga menekankan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap capaian bangsa menjadi modal penting untuk menumbuhkan optimisme kolektif dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk dalam upaya memberantas kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Menurutnya, pembangunan nasional tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok paling rentan. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































