POLKAM

Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla, Unsur Pidana Tetap Diusut

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto perintahkan cabut izin korporasi pelaku Karhutla. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Negara mengemukakan perusahaan yang melanggar tidak hanya terancam pencabutan izin usaha, tetapi juga dapat menghadapi penyelidikan unsur pidana.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid terkait penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9).

Dalam rapat, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai dugaan kebakaran yang disengaja serta indikasi keterlibatan puluhan korporasi.

Baca Juga: Menko Polkam Djamari Chaniago Perkuat Soliditas Purnawirawan TNI-Polri

Menurutnya, setiap laporan pelanggaran harus diverifikasi secara menyeluruh sebelum pemerintah menjatuhkan sanksi.

“Jadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,” tegas Presiden.

Prabowo menekankan korporasi yang berdasarkan hasil verifikasi terbukti bertanggung jawab atas karhutla harus segera ditindak.

Ia meminta agar proses penegakan hukum tidak berhenti pada sanksi administratif.

“Dan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,” lanjutnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Investigasi KM Virgo Transport 8, Keselamatan Transportasi Laut Disorot

Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada Kapolri untuk mengerahkan seluruh jajaran dalam mendalami dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan karhutla.

“Kapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,” ujar Kepala Negara.

Selain penegakan hukum terhadap korporasi, Presiden Prabowo meminta pemerintah menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dalam waktu mendatang.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan.

Maka dari itu, pemerintah diminta mempertahankan stamina dan memperkuat langkah penanganan bencana secara menyeluruh.

Baca Juga: Lepas KRI Wahidin Sudirohusodo ke Pasifik, Menko Polkam: Indonesia Hadir Bukan untuk Pamer Kekuatan

“Kita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,” kata Prabowo.

Presiden menilai pengalaman menghadapi karhutla saat ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan nasional.

“Dan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,” tegasnya.

Pemerintah pun dituntut memastikan bahwa tindakan administratif dan proses pidana berjalan sesuai hasil pemeriksaan serta ketentuan hukum yang berlaku.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.