POLKAM

Presiden Prabowo di DPR: Jangan Silau pada Bangsa Kaya yang Makmur dari Merampas Bangsa Lain

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak mudah mengagumi negara-negara kaya yang memperoleh kemakmuran dari eksploitasi bangsa lain.

Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan sejarah panjang penjajahan harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia agar tidak kehilangan jati diri maupun rasa percaya diri sebagai bangsa besar.

Baca Juga: Pemerintah akan Anggarkan Dana Signifikan untuk Beli Alutsista Tahun Depan

“Janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain,” tegas Kepala Negara.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut para pendiri bangsa telah mengalami langsung penderitaan akibat kolonialisme, mulai dari perampasan kekayaan alam hingga penghinaan terhadap martabat bangsa Indonesia.

Prabowo pun meminta seluruh elemen bangsa memahami sejarah agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

Namun, Prabowo menggarisbawahi bahwa pernyataannya bukan ajakan untuk membenci bangsa lain.

Baca Juga: Sinergi Sipil-Militer di Timur Indonesia Diperkuat, Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda

Ia justru mengajak rakyat Indonesia belajar dari sejarah dunia agar lebih kuat, mandiri, dan bersatu menghadapi tantangan global.

“Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain. Saya mengajak kita belajar dari sejarah,” ungkapnya.

Presiden juga menyinggung pentingnya persatuan nasional. Presiden Prabowo mengatakan para pendiri bangsa sadar bahwa kelemahan pemimpin dan perpecahan di Nusantara hanya akan membuka peluang bagi kekuatan asing untuk kembali menguasai kekayaan Indonesia. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.