Presiden Iran: Blokade AS Pasti akan Gagal

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa blokade maritim Amerika Serikat (AS) atas Iran "pasti akan gagal". Menurutnya, kekuatan asing di wilayah Teluk secara historis menyebabkan ketegangan dibanding perdamaian.
Baca Juga: Trump Klaim Iran Ingin Selat Hormuz Dibuka Segera
"Setiap upaya untuk memberlakukan blokade dan pembatasan maritim di jalur air tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan merupakan ancaman bagi kepentingan negara-negara regional dan perdamaian serta stabilitas global, dan pasti akan gagal," katanya melansir laman Kepresidenan Iran President.ir, Jumat (1/5).
Menurutnya, pangkalan militer AS di negara-negara tetangga telah gagal menjamin keamanan kedaulatan tuan rumah tersebut. Sebaliknya, pangkalan militer itu menjadi target serangan Iran sebagai balasan telah menyerang Teheran lebih dahulu.
Baca Juga: Trump Tolak Proposal Damai Terbaru Iran
AS telah memberlakukan blokade di Selat Hormuz setelah perundingan dengan Iran di Ibu Kota Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April lalu. Perundingan itu gagal menghasilkan kesepakatan damai secara permanen. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































