INTERNASIONAL

Prabowo Ungkap Indonesia Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian ke Berbagai Wilayah Konflik

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto saat berpidato di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada Selasa (24/9). (Foto: Dok. BPMI Setpres)

New York, IDM - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap mengirim 20.000 pasukan perdamaian ke berbagai wilayah konflik seperti Gaza, Ukraina, Sudan dan Libya.

Ia menuturkan, Indonesia adalah negara kontributor pasukan perdamaian terbanyak, yang merupakan bukti komitmen menjaga stabilitas keamanan dunia.

Hal itu ia ungkapkan kepada para pemimpin negara saat pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9).

Baca Juga: Presiden Prabowo: Akhiri Perang di Gaza Harus Jadi Prioritas Utama

"Hari ini, Indonesia adalah salah satu kontributor terbesar Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Kami percaya pada PBB. Kami akan terus melayani di mana perdamaian membutuhkan penjaga, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kehadiran nyata di lapangan," ujarnya.

"Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Sidang ini memutuskan, Indonesia siap mengirim 20.000 atau lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza, Ukraina, Sudan, Libya — di mana pun perdamaian perlu dijaga," sambungnya.

Dalam pidatonya, ia menyerukan kepada para pemimpin dunia agar bangkit dengan kekuatan bersama. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa penindasan dan ketidakadilan akan menyatukan umat manusia menjadi kekuatan untuk mengatasinya.

Baca Juga: Semakin Banyak Negara Mengakui Kemerdekaan Palestina, Ini Beragam Respon Warganya

“Saya yakin para pemimpin peradaban besar dunia — Barat, Timur, Utara, Selatan, Amerika, Eropa, India, Tiongkok, dunia Islam — akan bangkit menjalankan peran historis mereka. Kami berharap para pemimpin dunia akan menunjukkan kenegarawanan, kebijaksanaan, kerendahan hati, dan menahan diri, mengatasi kebencian dan kecurigaan,” ujarnya.

Ia pun kembali menekankan tidak ada jalan keluar lain dalam konflik Palestina-Israel selain solusi dua negara, di mana Negara Palestina dan Israel hidup berdampingan tanpa permusuhan.

"Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara. Keturunan Nabi Ibrahim harus hidup dalam rekonsiliasi, damai, dan harmoni. Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha — semua agama harus hidup sebagai satu keluarga manusia. Indonesia berkomitmen menjadi bagian dari mewujudkan visi ini," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.