POLKAM

Polri Usut Tiga Kasus Korupsi, Mensesneg Tegaskan Komitmen Presiden Bersihkan Pemerintahan

Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Di tengah perhatian publik terhadap penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani Polri, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Presiden RI Prabowo Subianto tetap berkomitmen penuh menjalankan agenda pemberantasan korupsi dan membangun pemerintahan yang bersih.

Prasetyo mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung serta mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Menurutnya, setiap perkara yang ditangani aparat penegak hukum harus diberikan ruang untuk diproses secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif," kata Prasetyo Hadi.

Baca Juga: Kemenko Polkam Bongkar Akar Lemahnya Penegakan Hukum

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang tengah bergulir di Polri.

Selain itu, dinamika penegakan hukum belakangan juga menjadi sorotan setelah muncul pembahasan mengenai penjagaan kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) oleh personel TNI.

Namun demikian, Prasetyo tidak secara spesifik mengaitkan pernyataannya dengan perkara atau isu tertentu.

Menurut Mensesneg, pemerintah menghormati independensi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya.

Oleh sebab itu, seluruh proses penyelidikan maupun penyidikan perlu dikawal dengan sikap objektif tanpa membangun opini yang dapat memengaruhi jalannya proses hukum.

Prasetyo menyebut komitmen Kepala Negara terhadap pemberantasan korupsi telah menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintahan sejak awal.

Presiden Prabowo, kata Pras, berulang kali mengingatkan seluruh aparatur negara agar memperkuat integritas dan melakukan pembenahan internal.

"Sejak awal, Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pemberantasan korupsi. Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan," ujarnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden memandang korupsi sebagai salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi Indonesia. Karena itu, upaya pemberantasannya harus dilakukan secara konsisten tanpa mengenal kompromi.

Baca Juga: Tak Mau Kecolongan Lagi, TNI Perkuat Pengamanan Bandara Perintis di Papua

"Bapak Presiden, sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini. Namun demikian, apa pun tantangan yang kita hadapi, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh patah semangat. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih," ungkapnya.
Ia menambahkan pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan reformasi tata kelola pemerintahan, penguatan sistem pengawasan, serta budaya integritas di seluruh lembaga negara.

"Yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Prasetyo berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

Diketahui, Polri menggeledah kafe dan tempat penukaran uang di kawasan Jakarta Selatan serta rumah di Bogor, Jawa Barat, yang diduga terkait kasus korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.