Personel Angkatan Laut AS Didakwa Bocorkan Data Militer ke Cina

Jakarta, IDM - Personel Angkatan Laut AS dijatuhi hukuman 27 bulan penjara karena menerima suap hampir $15.000 dari seorang perwira intelijen Cina sebagai imbalan atas foto dan informasi militer Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Justice.gov, laman Departemen Kehakiman AS, Selasa (9/1), Wenheng "Thomas" Zhao (26) mengaku bersalah pada Oktober 2023 atas dakwaan berkonspirasi dengan petugas intelijen dan menerima suap.
Baca Juga: Rusia Klaim Tembak Jatuh Rudal di Laut Hitam
Zhao, yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut Ventura County di California, mengaku mengirimkan rencana latihan militer AS di wilayah Indo-Pasifik, perintah operasional dan cetak biru sistem radar pangkalan militer AS di Okinawa, Jepang kepada petugas Cina.
“Zhao memilih untuk mengkhianati sumpah yang dia ucapkan kepada negara kita dan membahayakan orang lain dengan memberikan informasi sensitif AS kepada pejabat intelijen Cina,” kata Larissa Knapp, Asisten Direktur FBI.
Baca Juga: Korsel akan Luncurkan Dua Satelit Pengintai Militer di 2024
“Hukuman hari ini menunjukkan, sekali lagi, ketidakmampuan badan intelijen Cina untuk mencegah FBI menangkap dan mengadili mata-mata yang direkrut Cina,” tambahnya.
Badan intelijen AS telah beberapa kali menuduh Cina melakukan spionase dan serangan siber. Namun, Cina menolak tuduhan tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































