Perluas Postur Kekuatan, Filipina dan AS Berlayar Bersama di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM - Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat (AS) melakukan pelayaran bersama di Laut Cina Selatan, yang masih termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Filipina. Tujuannya untuk mempertegas kerja sama pertahanan kedua negara di tengah ketengangan dengan Cina yang mengklaim sebagian besar wilayah di perairan tersebut.
Dilansir dari Reuters, Selasa (5/9), operasi ini merupakan yang pertama kalinya bagi Filipina dan AS berlayar bersama di perairan sebelah barat pulau Palawan, sekitar Laut Cina Selatan. Armada yang terlibat antara lain kapal fregat berpeluru kendali BRP Jose Rizal Filipina dan kapal perusak berpeluru kendali kelas Alrleigh Burke USS Ralph Johnson.
Baca Juga: Pemerintah Kuba Ungkap Jaringan Perdagangan Manusia untuk Bertempur di Ukraina
“Agenda ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi Angkatan Laut Filipina dan Angkatan Laut Indo-Pasifik AS untuk menguji dan menyempurnakan doktrin maritim yang ada,” kata Komando Barat Filipina.
Filipina sendiri telah berulang kali mengecam tindakan “agresif” Cina di Laut Cina Selatan. Seperti penggunaan meriam air oleh penjaga pantai Cina terhadap kapal Filipina pada awal bulan lalu.
Baca Juga: Cina Terbitkan Peta Baru, Picu Kecaman dari India
Filipina juga telah memenangkan putusan arbitrase internasional atas Cina pada tahun 2016. Putusan itu menetapkan klaim kedaulatan Cina atas sebagian besar Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar hukum.
Kendati demikian, Cina terus membangun pulau-pulau buatan yang di gunakan sebagai markas militer di klaim sepihak tersebut. Sebab, pemerintah Cina menilai klaim teritorial mereka itu sah berdasarkan aspek historis. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































