Cina Terbitkan Peta Baru, Picu Kecaman dari India

Jakarta, IDM - Sebuah peta nasional baru yang diterbitkan oleh pemerintah Cina telah memicu kecaman bagi banyak negara khususnya India. Sebab peta itu menambahkan klaim sepihak Cina atas wilayah di perbatasan India.
Dilansir dari Global Times, Selasa (5/9), Peta Nasional Tiongkok edisi 2023 dirilis oleh Kementerian Sumber Daya Alam saat perayaan Hari Publisitas Survei dan di daerah Deqing, provinsi Zhejiang pada akhir bulan lalu. Peta baru tersebut mengulangi klaim nine dash line Cina yang ditolak oleh hukum internasional sekaligus mengklaim wilayah baru di sekitar Taiwan dan utara India.
Baca Juga: Intelijen AS: Presiden Korut Akan Menemui Putin Bahas Jual Beli Senjata
Peta versi Cina itu menunjukkan bahwa negara bagian Arunachal Pradesh di timur laut India dan Aksai Chin di bagian barat termasuk sebagai teritorial Cina. Wilayah itu memang telah diperebutkan oleh kedua belah pihak selama beberapa tahun terakhir.
Menanggapi klaim itu, juru bicara Menteri Luar Negeri (Menlu) India Jaishankar Subhramanyam dengan tegas menolak dan mengatakan, "membuat klaim yang tidak masuk akal di wilayah India tidak membuatnya menjadi wilayah Cina."
Baca Juga: Pemerintah Kuba Ungkap Jaringan Perdagangan Manusia untuk Bertempur di Ukraina
Sementara, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin menegaskan bahwa posisi Cina di Laut Cina Selatan adalah "jelas dan konsisten". Ia menjelaskan, Pemerintah Cina memang rutin merilis 'peta standar nasional' sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kedaulatan Cina.
"Otoritas yang berwenang di Cina secara rutin menerbitkan peta standar dari berbagai jenis setiap tahun, yang bertujuan untuk membuat peta standar tersedia bagi semua sektor masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan peta standar. Kami berharap pihak-pihak terkait dapat memandangnya secara obyektif dan rasional," kata Wenbin melansir laman resmi Kemenlu Cina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































