Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang diapit oleh dua benua dan dua samudera, Indonesia dianugerahi posisi silang geopolitik dan geostrategis yang luar biasa. Karakteristik geografi maritim kita yang membentang melintasi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), hingga batas Landas Kontinen, ibarat sebuah pedang bermata dua. Di satu sisi, hamparan perairan yang luas ini menempatkan Indonesia pada titik tumpu jalur perdagangan laut global yang masif dan menyimpan potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun di sisi lain, anugerah geografi ini menjadikannya arena terbuka yang rentan terhadap spektrum ancaman yang terus bergerak dinamis setiap detiknya.
TNI AL bersama Angkatan Laut Vietnam mematangkan rencana patroli terkoordinasi di sepanjang perbatasan laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Pertemuan strategis ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan 9th Navy to Navy Talks di Jakarta, Rabu (6/5).
TNI AL memimpin pertemuan kelompok kerja (joint working group) yang pertama dengan Angkatan Laut Vietnam untuk membahas kerja sama patroli terkoordinasi di kawasan Laut Natuna Utara, Rabu (10/9).
Penjaga Pantai Filipina (Philippines Coast Guard/PCG) mengatakan bahwa kapal "monster" Cina bergerak menjauh dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tetapi kembali mengirim kapal lain mendekati wilayah tersebut.
Filipina mengecam Cina karena telah melakukan hal ilegal dengan mengerahkan kapal penjaga pantai terbesarnya ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yang juga melanggar prinsip kebebasan navigasi.
Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat (AS) melakukan pelayaran bersama di Laut Cina Selatan, yang masih termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Filipina. Tujuannya untuk mempertegas kerja sama pertahanan kedua negara di tengah ketengangan dengan Cina yang mengklaim sebagian besar wilayah di perairan tersebut.