INTERNASIONAL

Perkuat Kerja Sama Pertahanan, F-22 AS Mendarat Perdana di Filipina

AS-Filipina
F-22A Raptor dan FA-50PH di Pangkalan Udara Clark, Filipina (Foto: Dok. Af.mil)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) semakin memperkuat hubungan bilateral khususnya di bidang pertahanan dengan Filipina sejak Ferdinand Marcos Jr. menjadi presiden. Hal ini ditunjukkan dengan dikerahkannya dua jet tempur siluman Angkatan Udara AS (USAF), F-22 Raptor, untuk pertama kali ke Filipina.

Dilansir dari Af.mil, Kamis (23/3), jet tempur yang diterbangkan dari Alaska itu dikirim untuk bergabung dengan Angkatan Udara Filipina (PAF) dalam beberapa skenario latihan seperti manuver pertahanan, pengisian bahan bakar di udara dengan pesawat KC-135 Stratotanker, hingga formasi terbang di ketinggian rendah.

Baca Juga: Bertemu Xi Jinping, Putin Terbuka untuk Perundingan Damai dengan Ukraina

“Ini adalah pertama kalinya F-22, atau pesawat generasi kelima mana pun, mendarat dan beroperasi di Filipina,” ujar Kapten Karl Schroeder, salah satu pilot Raptor.

Sementara itu, PAF mengerahkan jet FA-50PH Fighting Eagle yang diawaki oleh dua penerbang wanita. Latihan yang digelar selama dua hari itu merupakan wujud dari perjanjian Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA), yang mendasari kerja sama pertahanan antara AS dan Filipina.

“Tonggak sejarah dengan sekutu regional ini membantu memberikan stabilitas dan keamanan di Indo-Pasifik.”

Baca Juga: Rusia akan Modernisasi Sistem Pertahanan Udara di Sekitar Moskow

Stabilitas regional telah menjadi fokus utama dari kedua negara ditengah tantangan keamanan yang meningkat di kawasan khususnya dari Beijing. Melalui EDCA, pasukan AS memiliki akses ke sejumlah markas militer Filipina, salah satunya Pangkalan Udara Basa di Pulau Luzon. Fasilitas militer yang dekat dengan Pulau Taiwan itu akan direnovasi melalui dana bantuan AS senilai $25 juta. Nantinya, markas tersebut akan digunakan sebagai pusat gugus tugas gabungan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.