POLKAM

Perang Berpindah ke Dunia Digital, Menko Polkam: Disinformasi Bisa Hancurkan Masa Depan Bangsa!

Menko Polkam Djamari Chaniago
Menko Polkam Djamari Chaniago. (Foto: Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Ancaman terhadap Indonesia tidak lagi hanya datang dalam bentuk agresi fisik maupun konflik bersenjata.

Di era digital, serangan terhadap bangsa justru semakin masif melalui penyebaran disinformasi, fitnah, propaganda, dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak persatuan nasional serta melemahkan ketahanan negara dari dalam.

Peringatan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat menghadiri kegiatan Silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Riau di Markas Polda Kepulauan Riau, Batam.

Menurut Djamari, dinamika ancaman keamanan nasional telah mengalami transformasi.

Baca Juga: KKB Kembali Berulah! Menko Polkam Kutuk Pembakaran Pesawat AMA dan Pembunuhan Pilot

Jika dahulu perang identik dengan penggunaan senjata di medan tempur, kini pertarungan justru berlangsung melalui ruang digital yang mampu memengaruhi persepsi publik hingga mengubah cara berpikir masyarakat.

"Kalau boleh saya katakan, perang kita sekarang sudah bukan perang di medan biasa lagi, tetapi perang di medan digital. Kita harus banyak memberikan informasi kepada rakyat kita, jangan sampai ruang digital diisi oleh disinformasi, fitnah, dan kebencian," tegas Djamari.

Ia menilai ruang digital telah menjadi salah satu domain strategis dalam menjaga pertahanan nasional. Sehingga penguasaan informasi yang sehat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan bangsa menghadapi ancaman nonmiliter.

Djamari mengaku kekhawatiran terbesarnya adalah dampak jangka panjang terhadap generasi muda yang setiap hari mengonsumsi informasi dari media sosial tanpa kemampuan literasi digital yang memadai.

Baca Juga: Indonesia-Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Lima Tahun, Dorong Industri Strategis dan Ketahanan Nasional

Djamari menuturkan apabila narasi kebencian, fitnah, maupun hoaks terus membanjiri ruang digital, maka karakter generasi penerus bangsa dapat terbentuk berdasarkan informasi yang keliru.

"Yang saya khawatirkan adalah kalimat-kalimat yang ada di situ diserap oleh anak-anak kita sebagai penerus bangsa. Kita tidak bisa menitipkan bangsa ini kepada generasi muda yang mudah terhasut konten disinformasi, fitnah, dan kebencian," ujarnya.

Menko Polkam menyebut menjaga ruang digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh komponen bangsa.

Baca Juga: Latihan atau Bertempur, Menko Polkam Ingatkan Prajurit Natuna tak Boleh Lengah Sedetik Pun Jaga Perbatasan

Ia pun mengajak seluruh elemen untuk secara aktif memproduksi narasi positif dan menyebarkan informasi yang akurat sebagai bentuk pertahanan informasi nasional.

"Kita harus banyak dan rajin memberikan informasi kepada rakyat kita," katanya.

Djamari juga menunjukkan perang informasi (information warfare) kini menjadi bagian tak terpisahkan dari ancaman keamanan nasional.
Disinformasi tidak hanya mampu memecah belah masyarakat, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, melemahkan kohesi sosial, bahkan dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas politik maupun keamanan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.