Pengeluaran Militer Global Meningkat Signifikan Hingga $2,24 triliun

Jakarta, IDM – Pengeluaran militer global telah meningkat signifikan yaitu naik 3,7 persen menjadi $2,24 triliun pada tahun 2022. Rekor kenaikan ini merupakan yang tertinggi, imbas dari perang antara Rusia dan Ukraina.
Dilansir dari Sipri.org, Senin (24/4), angka tersebut berdasarkan atas penelitian yang dilakukan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI). Lima pembelanja terbesar pada tahun lalu adalah Amerika Serikat (AS), Cina, India, Inggris dan Rusia. Kelima negara itu bersama-sama menyumbang 61.9 persen dari pengeluaran militer global.
Baca Juga: Rusia Luncurkan Iklan untuk Rekrut Tentara Tambahan
Sementara itu, peningkatan tertinggi secara keseluruhan terjadi di wilayah Eropa yang membelanjakan anggaran 13% lebih banyak untuk keperluan militer.
“Sementara invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022 tentu memengaruhi keputusan pengeluaran militer pada 2022. Namun, banyak bekas negara blok timur yang telah meningkatkan pengeluaran militer mereka lebih dari dua kali lipat sejak 2014, ketika Rusia meganeksasi Krimea," ujar peneliti SIPRI Lorenzo Scarazzato.
Baca Juga: Atasi Sengketa, Filipina dan Cina Sepakat Tingkatkan Jalur Komunikasi
Pengeluaran militer di Eropa pada tahun 2022 mencapai $480 miliar dan menjadi yang tertinggi selama 30 tahun terakhir. Tren peningkatan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut pada dekade berikutnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































