Setiap bulan Agustus, bangsa Indonesia memperingati Proklamasi Kemerdekaannya sebagai tonggak sejarah paling berharga. Namun, di tengah dunia yang makin penuh gejolak, kemerdekaan tak bisa hanya dikenang, melainkan mesti diperkuat. Tantangan global hari ini menuntut kesiapsiagaan dalam segala sektor, terutama pertahanan.
India dan Pakistan tengah bersitegang usai saling serang pada beberapa waktu lalu. Kekhawatiran eskalasi konflik pun muncul hingga penggunaan senjata yang lebih masif. Lantas, seperti apa perbandingan kekuatan antar kedua negara tetangga tersebut?
Lembaga Think Tank Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) melaporkan bahwa India menduduki peringkat keempat sebagai pembelanja militer terbesar di dunia dengan total pengeluaran sebesar $83,6 miliar pada tahun 2023.
The Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), melaporkan bahwa pengeluaran militer global meningkat sebesar 7% menjadi $2,443 miliar pada tahun 2023.
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sebuah think tank asal Swedia, merilis penelitian bahwa Cina telah meningkatkan kuantitas persenjataan nuklirnya sebanyak 60 hulu ledak selama satu tahun terakhir. Hal itu menunjukkan, Cina setidaknya memiliki 410 unit hulu ledak nuklir hingga awal tahun 2023.
Pengeluaran militer global telah meningkat signifikan yaitu naik 3,7 persen menjadi $2,24 triliun pada tahun 2022. Rekor kenaikan ini merupakan yang tertinggi, imbas dari perang antara Rusia dan Ukraina.