Pendudukan Israel Meluas, Warga Palestina Mengungsi Terus Bertambah

Jakarta, IDM – Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa sekitar 67 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat penggusuran oleh militer Israel di Tepi Barat yang diduduki sepanjang bulan ini.
OCHA menuturkan, Israel telah menghancurkan sekitar dua lusin bangunan karena tidak memiliki izin. Namun, OCHA menilai bahwa izin tersebut hampir mustahil diperoleh oleh warga Palestina.
Baca Juga: Menlu RI Beri Penghormatan Terakhir kepada Khamenei
"Sepanjang 2026, serangan dan pembongkaran yang dilakukan oleh pemukim akibat kurangnya izin yang dikeluarkan Israel telah menyebabkan lebih dari 3.200 warga Palestina mengungsi, rata-rata 17 orang per hari, dua kali lipat dari angka harian selama tiga tahun sebelumnya," katanya melansir UN OCHA, Sabtu (11/7).
Di tengah situasi tersebut, UN OCHA bersama mitra lainnya terus memberikan bantuan kemanusiaan. Di seluruh Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, program belajar menjangkau sekitar 60.000 anak.
Baca Juga: Palestina akan Gelar Pemilu Legislatif, Pertama dalam 20 Tahun
Sementara, 2, 1 juta penduduk Gaza masih hidup dalam pengungsian. Penyakit menular pun tetap menjadi ancaman utama. Pekan lalu, mitra kesehatan telah menyediakan lebih dari 243.000 konsultasi medis di lebih dari 200 titik layanan di Gaza.
Penyakit yang ditularkan melalui air juga terus meningkat, terutama di Khan Younis. Tercatat kebih dari 18.000 kasus baru cacar air, infestasi ektoparasit, dan impetigo atau infeksi bakteri kulit pada pekan lalu.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































