Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa sekitar 67 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat penggusuran oleh militer Israel di Tepi Barat yang diduduki sepanjang bulan ini.
Kendali militer Israel yang terus meluas di Gaza sejak perjanjian gencatan senjata Oktober tahun lalu telah membatasi akses bagi kelompok kemanusiaan sekaligus ruang bergerak bagi warga sipil.
Kepulangan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menjadi sorotan serius pemerintah setelah para korban mengaku mengalami trauma fisik dan perlakuan tidak manusiawi saat ditahan militer Israel di kawasan Mediterania Timur.
Militer Israel kembali memborbardir Gaza setelah memerintahkan penduduk untuk meninggalkan wilayah tersebut. Hal ini, menurut analis Institute for Policy Studies, merupakan upaya Israel untuk pembersihan etnis.
Juru bicara PBB Farhan Haq mengungkapkan bahwa 100 warga Gaza tewas saat berusaha mendapatkan pasokan makanan selama dua hari terakhir di tengah gempuran militer Israel.
Pemerintah Indonesia menyoroti pentingnya menghormati kedaulatan suatu negara dan secara tegas mengutuk langkah militer Israel yang dianggap melanggar wilayah Suriah.