Kendali Militer Israel di Gaza Terus Meluas, PBB Beri Peringatan

Jakarta, IDM – Kendali militer Israel yang terus meluas di Gaza sejak perjanjian gencatan senjata Oktober tahun lalu telah membatasi akses bagi kelompok kemanusiaan sekaligus ruang bergerak bagi warga sipil.
Hal itu diungkapkan Humanitarian Country Team (HCT), kelompok kemanusiaan yang dipimpin PBB bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki.
Baca Juga: Qatar: Perundingan tak Langsung AS-Iran Berlangsung Positif
"Antara 10 Oktober 2025 dan awal April 2026, PBB memverifikasi pembunuhan 196 warga Palestina, termasuk 18 wanita dan 43 anak-anak, dalam serangan Israel yang dilaporkan di dekat daerah tempat pasukan Israel bertugas. Banyak yang dilaporkan tewas saat bergerak melalui daerah-daerah yang tidak memiliki garis demarkasi jelas di lapangan. Banyak lainnya yang terluka," katanya melansir Ochaopt.org, Kamis (2/7).
Akibat pembatasan ini, kelompok kemanusiaan pun terpaksa mengurangi atau menangguhkan kegiatan. Sebagian besar warga Palestina, yang telah mengungsi berkali-kali, kini semakin tidak memiliki ruang aman.
Baca Juga: Presiden Korut Tekankan Komitmen Perkuat Kemitraan dengan Cina
"Akses ke layanan penting sudah terhambat oleh kurangnya masuknya barang-barang penting ke Gaza. Situasi ini semakin diperparah oleh perluasan dan pergeseran garis penempatan pasukan yang terus berlanjut," ujarnya.
HCT pun menyerukan penghentian penargetan warga Palestina karena berada di daerah dekat Pasukan Israel sekaligus perlindungan warga sipil setiap saat berdasarkan kewajiban terhadap hukum humaniter internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































