PBB: Lebih Dari 100 Warga Gaza Tewas Saat Berupaya Mendapat Makanan dalam 2 Hari Terakhir

Jakarta, IDM – Juru bicara PBB Farhan Haq mengungkapkan bahwa 100 warga Gaza tewas saat berusaha mendapatkan pasokan makanan selama dua hari terakhir di tengah gempuran militer Israel.
"Menurut rekan-rekan hak asasi manusia kami, lebih dari 100 orang tewas dalam dua hari terakhir saja, dengan ratusan lainnya terluka di sepanjang rute konvoi makanan atau di dekat pusat distribusi yang dimiliterisasi Israel," kata Haq melansir AA, Sabtu (2/8).
Baca Juga: Kanada Berencana Akui Negara Palestina, Menyusul Prancis dan Inggris
Berdasarkan laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB atau OCHA, Haq menyebut bantuan yang telah masuk ke Gaza sejauh ini masih tidak cukup. Staff PBB yang berupaya mendistribusi makanan juga terus menghadapi hambatan dan bahaya di sepanjang rute.
"Rute yang diperintahkan otoritas Israel untuk dilalui tim kami masih belum memadai dan seringkali berbahaya, padat, atau tidak dapat dilalui," ujarnya.
Baca Juga: Kemenkes Gaza Catat 18.000 Anak Palestina Tewas sejak Oktober 2023
Ia menekankan, kekurangan kebutuhan pokok selama berbulan-bulan telah memperparah krisis kemanusiaan. Hal itu hanya dapat diatasi melalui bantuan tanpa batas ke Gaza.
Adapun, Otoritas Kesehatan Gaza mengatakan bahwa agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 60.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































