Penculikan 4 WNI di Perairan Gabon, DPR Dorong Pemerintah Perkuat Diplomasi Perlindungan

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penculikan terhadap empat warga negara Indonesia (WNI) di perairan Gabon, Afrika Tengah.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi akibat aksi bajak laut bersenjata yang menyerang sebuah kapal penangkap ikan di wilayah laut internasional.
Menurut Amelia, kejadian ini merupakan sinyal serius meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI yang bekerja di sektor maritim, khususnya di jalur pelayaran dan perikanan internasional.
“Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penculikan empat WNI di perairan Gabon. Insiden ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm tentang meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI di jalur maritim internasional,” ujar Amelia.
Baca Juga: Komisi I DPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat atas Penculikan Empat WNI di Gabon
Amelia menegaskan pihaknya akan mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi.
Ia meminta Kementerian Luar Negeri bersama seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri untuk mengintensifkan komunikasi dengan otoritas Gabon serta pihak-pihak terkait guna memastikan keselamatan para korban.
“Kami akan mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri dan seluruh perwakilan diplomatik di luar negeri, agar segera mengintensifkan koordinasi dengan otoritas setempat di Gabon demi memastikan keselamatan dan kepulangan para korban,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amelia menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan WNI di luar negeri, tidak hanya dalam penanganan kasus, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif.
Baca Juga: Komisi I DPR Minta Kemlu Bertindak Cepat Selamatkan 4 WNI yang Diduga Diculik di Gabon
Ia menilai pemerintah perlu membangun mekanisme peringatan dini (early warning system) serta membentuk satuan tugas tanggap krisis lintas kementerian dan lembaga.
“Perlindungan WNI harus diperkuat melalui mekanisme early warning dan task force tanggap krisis dengan dukungan antarinstansi. Langkah ini penting bukan hanya untuk merespons insiden, tetapi juga mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujarnya.
Amelia juga memastikan Komisi I DPR RI akan terus memantau perkembangan kasus penculikan tersebut dan aktif bekerja sama dengan pemerintah untuk menjamin hak dan keselamatan WNI.
Selain itu, ia mendorong penguatan diplomasi perlindungan serta kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman pembajakan laut yang kian meningkat.
Baca Juga: Demo Mematikan di Iran, Komisi I DPR Tegaskan Perlindungan WNI Jadi Prioritas
“Saya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan Komisi I DPR RI bekerja secara aktif bersama pemerintah untuk menjaga keselamatan WNI, sekaligus memperkuat diplomasi perlindungan dan kerja sama internasional dalam mengatasi ancaman bajak laut,” ungkap Amelia.
Amelia turut menyoroti kondisi keamanan global yang dinilainya semakin tidak kondusif.
Oleh karena itu, ia menilai penguatan keamanan laut menjadi kebutuhan mendesak, tidak hanya untuk melindungi WNI, tetapi juga untuk menjaga stabilitas rantai pasok nasional.
“Dengan kondisi keamanan global yang kurang kondusif saat ini, sudah sepatutnya kita mengintensifkan keamanan laut guna mengantisipasi gangguan terhadap rantai pasok negara kita,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































