POLKAM

“Odin v Pole Ne Voin”, Prabowo Bicara Fondasi Strategis Indonesia-Rusia

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto membawa filosofi gotong royong Indonesia ke panggung Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.

Di forum, Prabowo menyebut adanya kesamaan pandangan antara masyarakat Indonesia dan Rusia mengenai pentingnya kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan.

Prabowo mengutip pepatah Rusia “Odin v pole ne voin”, yang menggambarkan bahwa seseorang tidak dapat berjuang sendirian.

“Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Purna Tugas Bukan Akhir! Menko Polkam Djamari: Sumpah Prajurit Tak Pernah Dicabut

Filosofi tersebut kemudian disandingkan dengan nilai gotong royong Indonesia.

“Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama. Kami menyebutnya gotong royong. Beban seberat apa pun akan menjadi ringan ketika kita memikulnya bersama-sama,” katanya.

Prabowo menekankan perbedaan bahasa maupun budaya tidak menghilangkan adanya nilai universal yang dapat mempertemukan kedua bangsa.

“Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi kita memiliki kebijaksanaan kuno yang sama dari para leluhur kita,” ujarnya.

Semangat kebersamaan itu kemudian diarahkan pada penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di berbagai bidang strategis.

Prabowo menuturkan perdagangan, FTA, konektivitas transportasi, sistem pembayaran, dan proyek industri sebagai sejumlah bidang yang harus menghasilkan manfaat konkret.

Bagi Indonesia, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperluas ruang kemitraan strategis sekaligus memperkuat daya tahan nasional menghadapi perubahan konstelasi global.

Baca Juga: Menko Polkam Djamari: Pangkat Tinggi, Tanggung Jawab Makin Besar! Pemimpin Harus jadi Teladan

Prabowo menegaskan bahwa hubungan bilateral tidak boleh sekadar menjadi catatan sejarah.

“Persahabatan tidak dapat hanya hidup dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru,” tegasnya.

Menurut Prabowo, babak baru hubungan Indonesia-Rusia harus dibangun melalui kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua bangsa.

“Biarlah forum ini dikenang sebagai saat ketika sebagian pihak membangun tembok, kita justru membangun jembatan,” pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.