INTERNASIONAL

New START Berakhir, Trump Usul Dibentuknya Perjanjian Nuklir Baru

Vladimir Putin dan Trump
Presiden Rusia (kiri) Vladimir Putin saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Alaska pada Agustus tahun lalu. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan dibentuknya perjanjian nuklir baru alih-alih memperpanjang 'New Strategic Arms Reduction Treaty (START)' dengan Rusia.

Hal itu ia ungkapkan setelah NEW START, pakta yang membatasi kedua negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia selama lebih dari dua dekade, berakhir pada Kamis (5/2).

Baca Juga: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Hari Kedua Selesai, Ini Hasilnya

Trump mengatakan bahwa perjanjian New START dinegosiasikan dengan buruk dan dilanggar secara terang-terangan. "Kita harus meminta para ahli nuklir kita untuk mengerjakan perjanjian baru yang lebih baik dan modern yang dapat bertahan lama di masa depan," ujar Trump melalui platform Truth Social miliknya, dikutip pada Jumat (6/2).

Pernyataan Trump itu merupakan tanggapan terhadap usulan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memperpanjang perjanjian New START selama satu tahun guna memberikan waktu kedua negara untuk merundingkan perjanjian pengganti. Namun, menurut Rusia, usulan itu belum pernah ditanggapi secara resmi oleh Trump.

Baca Juga: Setahun Emban Misi Perdamaian di Lebanon, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P Terima Penghargaan Satyalencana Santi Dharma

Adapun, perjanjian New START ditandatangani pada tahun 2010 oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan berlaku hingga 2021. Kemudian, perjanjian itu diperpanjang selama lima tahun oleh Putin dan Presiden AS kala itu, Joe Biden. Kesepakatannya salah satunya membatasi masing-masing pihak untuk mengerahkan maksimal 1.550 hulu ledak nuklir. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.