Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa mereka menggelar latihan yang melibatkan ribuan tentara sekaligus menggunakan sistem rudal balistik antarbenua Yars. Latihan ini dinilai sebagai bentuk unjuk kekuatan nuklir setelah memilih mundur dari perjanjian New START dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negaranya menangguhkan partisipasi dalam perjanjian New START yang membatasi persenjataan nuklir strategis termasuk jumlah hulu ledak jarak jauh serta kapal selam bersenjata nuklir kedua belah pihak.
Rusia menangguhkan perundingan perihal kontrol senjata nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Perundingan tersebut semula dijadwalkan pada 29 November hingga 6 Desember 2022.