Perundingan Damai Rusia-Ukraina Hari Kedua Selesai, Ini Hasilnya

Jakarta, IDM – Perundingan damai antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) telah berakhir. Negosiasi hari kedua di Abu Dhabi itu nampaknya belum menghasilkan kesepakatan perdamaian, tetapi keduanya akan bertukar 314 tawanan perang.
Kepala delegasi sekaligus utusan khusus AS Steve Witkoff menyatakan bahwa pertukaran ratusan tawanan ini akan menjadi yang pertama dilakukan dalam lima bulan terakhir.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tempuh Jalur Realistis soal Gaza, Board of Peace Dinilai Paling Masuk Akal
"Hari ini, delegasi dari AS, Ukraina, dan Rusia sepakat untuk menukar 314 tahanan, pertukaran pertama dalam lima bulan terakhir. Hasil ini dicapai dari perundingan perdamaian yang rinci dan produktif," ujar Witkoff melalui platform X resminya, Kamis (5/2).
Ia tidak menjelaskan apakah masing-masing pihak akan menyerahkan 314 tawanan atau itu merupakan jumlah total. Ia pun tidak menyebutkan kapan pertukaran itu akan berlangsung. Namun, ia berharap akan ada kemajuan lainnya selama proses negosiasi.
Baca Juga: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Hari Pertama Berlangsung Produktif
"Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan memberikan hasil nyata dan memajukan upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina. Diskusi akan terus berlanjut, dengan kemajuan tambahan yang diharapkan dalam beberapa minggu mendatang," jelasnya.
Kemudian, ia berterima kasih kepada Uni Emirat Arab selaku tuan rumah perundingan trilateral dan dan kepada Presiden AS Donald Trump atas "kepemimpinannya dalam mewujudkan kesepakatan". (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































