Menlu Rusia: Ada Hambatan untuk Berdamai dengan Ukraina

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov mengungkapkan bahwa terdapat hambatan besar dalam peroses pembicaraan damai dengan Ukraina. Menurutnya, sikap Ukraina dan negara-negara barat menjadi penyebab utama terciptanya hambatan tersebut.
Dilansir dari The Moscow Times, Sabtu (27/5), pernyataan tersebut ia ungkapkan kepada utusan khusus Cina Li Hui dalam pertemuan bilateral yang membahas kemungkinan langkah damai menghadapi konflik yang telah berlangsung selama 15 bulan dengan Ukraina.
Baca Juga: Ukraina Klaim Tembak Jatuh 10 Rudal Rusia di Kyiv
"Menteri luar negeri Rusia menegaskan kembali komitmen Moskow untuk penyelesaian konflik politik-diplomatik, mencatat hambatan serius untuk dimulainya kembali pembicaraan damai yang dibuat oleh pihak Ukraina dan mentor Baratnya," kata Lavrov.
Selama pertemuan dengan Li, yang merupakan duta besar Cina di Rusia antara 2009 dan 2019, Lavrov juga memuji posisi seimbang Beijing di Ukraina. Sebab, selama ini Cina selalu menegaskan sikap netral dan ikut mengecam tindakan ofensif Rusia terhadap Ukraina.
Baca Juga: Mantan Presiden Rusia Sebut Konflik di Ukraina Dapat Berlangsung Selama Satu Dekade
"Kedua belah pihak menyatakan kesiapan untuk lebih memperkuat kerja sama kebijakan luar negeri Rusia-Tiongkok, yang selalu ditujukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan dan di planet ini secara keseluruhan," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Sebelumnya, Li juga telah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada awal bulan ini. Keduanya membahas rencana 12 poin perdamaian yang mengakhiri perang di Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































